Ketika Rapunzel sudah mulai gerah dengan rambut panjangnya.
Tapi madam gothel masih membutuhkan rambutnya untuk perawatan kulit pengganti BOTOX yg mahal.
Sementara itu tuan crab menunggu tuan plankton yg sedang berusaha mencuri resep rahasia KFC.
Dan spongebob sibuk mengurus SIM diIndonesia karena susahnya mengurus SIM dibikini bottom.
Sepenggal cerita di salah satu sudut kota "negri sipirili"
Jumat, 28 November 2014
Gank 6 mata dan bintang lapangan sekolah part I
Pagi itu suasana sekolah sudah sangat sepi di depan gerbang yg sudah hampir mau di tutup, seperti biasa juvia terlambat lagi. Gadis SMP yg masih lugu ini sudah bukan hal baru lagi kalo terlambat, bukan karena sering bangun kesiangan tapi biar tau aja kalo juvia itu sangat lambat kalo bergerak bahkan mengalahkan siput sekalipun, pokoknya leletnya minta ampun, terlalu selow untuk ukuran seorang anak yg mau berangkat kesekolah.
Seperti biasa, hukuman bagi yg terlambat yaitu memungut sampah sambil jalan bebek menuju bak sampah besar, sudah jadi makanan sehari2 juvia melakukan hal itu setiap pagi, tidak heran juvia memiliki betis yang atletis. Penderitaan tidak sampai disitu saja, pagi itu diawali dengan pelajaran bahasa inggris yg tidak lain gurunya adalah wali kelas juvia sendiri, bisa kebayang dong wajah ibu sofie wali kelas juvia yg mukannya lebih mirip cici2 toko bangunan. Matanya yg sipit menatap tajam kearah juvia yang kedapatan terlambat lagi.
"Juvia cepat.!! Lari.!!" Perintah ibu sofie yg setengah marah.
Melihat bu sofie marah sontak membuat bulu kuduk juvia berdiri, tapi apa daya Juvia bukanlah orang yg ekspresif bahkan wajahnya lebih terlihat masa bodoh, padahal dalam hatinya sangat takut, kalo bisa dia memilih, juvia lebih pilih ditelan bumi dari pada harus menghadapi omelan ibu sofie. Tapi entah mengapa respon tubuhnya malah berbalik arah dengan perintah bu sofie, semakin ibu sofi menyuruh juvia untuk bergerak cepat semakin tubuh juvia memperlambat langkahnya menuju kekelas.
Kalo diperhatikan juvia malah terlihat sangat santai, tidak peduli dengan apa yg terjadi di sekitar, terlalu selow hidup juvia, tapi tidak dengan ibu sofie. Ibu sofie nggk sepenuhnya marah juga, bahkan menikmati respon juvia yg malah terlihat lucu baginya, mungkin ibu sofie adalah tipe wanita yg peka, dia bisa tau sebenarnya apa yg di rasakan juvia sehingga dia merasa lucu dengan tingkah juvia.
"Kenapa kamu terlambat lagi juvia" bentak bu sofie yg malah terdengar seperti di paksakan
"Ehhh anuhh hehehe" juvia malah terkekeh dan tidak menjawab pertanyaan bu sofie.
"Kamu ini ditanga malah senyum2" dengan nada yg masih berusaha dibuat marah.
"Hehehhe" juvia malah terkekeh lagi dengan muka polos juvia yg terlihat aneh.
"Hahhh ya sudahlah masuk dan kerjakan soal seperti yg lainnya" perintah bu sofie yg tidak jadi marah melihat tingkah juvia yg polos.
Juvia menarik nafas dalam dan menghembuskannya malas, membuat tawa kecil di kelas karena merasa lucu dengan tingkah juvia yg terlihat sangaaatt malaasss.
Jam istirahat akhirnya tiba, seperti biasa, juvia lebih memilih kekelas 3-5 dimana dia bisa berkumpul dengan teman2 sekelasnya waktu kelas waktu masih kelas 2, terutama berkumpul bersama teman se-ganknya, gank 6 mata
Singkat cerita gank 6 mata itu, beranggotakan 3 orang, nindy, lucy, dan juvia sendiri.. Ketiga gadis konyol ini membentuk gank 6 mata untuk saling sharing masalah percintaan yg lebih cocok disebut cinta bertepuk sebelah tangan dan yg bikin tambah konyol lagi, ketiganya suka ngobrol di bawah tangga sekolah.
Bersambung
Seperti biasa, hukuman bagi yg terlambat yaitu memungut sampah sambil jalan bebek menuju bak sampah besar, sudah jadi makanan sehari2 juvia melakukan hal itu setiap pagi, tidak heran juvia memiliki betis yang atletis. Penderitaan tidak sampai disitu saja, pagi itu diawali dengan pelajaran bahasa inggris yg tidak lain gurunya adalah wali kelas juvia sendiri, bisa kebayang dong wajah ibu sofie wali kelas juvia yg mukannya lebih mirip cici2 toko bangunan. Matanya yg sipit menatap tajam kearah juvia yang kedapatan terlambat lagi.
"Juvia cepat.!! Lari.!!" Perintah ibu sofie yg setengah marah.
Melihat bu sofie marah sontak membuat bulu kuduk juvia berdiri, tapi apa daya Juvia bukanlah orang yg ekspresif bahkan wajahnya lebih terlihat masa bodoh, padahal dalam hatinya sangat takut, kalo bisa dia memilih, juvia lebih pilih ditelan bumi dari pada harus menghadapi omelan ibu sofie. Tapi entah mengapa respon tubuhnya malah berbalik arah dengan perintah bu sofie, semakin ibu sofi menyuruh juvia untuk bergerak cepat semakin tubuh juvia memperlambat langkahnya menuju kekelas.
Kalo diperhatikan juvia malah terlihat sangat santai, tidak peduli dengan apa yg terjadi di sekitar, terlalu selow hidup juvia, tapi tidak dengan ibu sofie. Ibu sofie nggk sepenuhnya marah juga, bahkan menikmati respon juvia yg malah terlihat lucu baginya, mungkin ibu sofie adalah tipe wanita yg peka, dia bisa tau sebenarnya apa yg di rasakan juvia sehingga dia merasa lucu dengan tingkah juvia.
"Kenapa kamu terlambat lagi juvia" bentak bu sofie yg malah terdengar seperti di paksakan
"Ehhh anuhh hehehe" juvia malah terkekeh dan tidak menjawab pertanyaan bu sofie.
"Kamu ini ditanga malah senyum2" dengan nada yg masih berusaha dibuat marah.
"Hehehhe" juvia malah terkekeh lagi dengan muka polos juvia yg terlihat aneh.
"Hahhh ya sudahlah masuk dan kerjakan soal seperti yg lainnya" perintah bu sofie yg tidak jadi marah melihat tingkah juvia yg polos.
Juvia menarik nafas dalam dan menghembuskannya malas, membuat tawa kecil di kelas karena merasa lucu dengan tingkah juvia yg terlihat sangaaatt malaasss.
Jam istirahat akhirnya tiba, seperti biasa, juvia lebih memilih kekelas 3-5 dimana dia bisa berkumpul dengan teman2 sekelasnya waktu kelas waktu masih kelas 2, terutama berkumpul bersama teman se-ganknya, gank 6 mata
Singkat cerita gank 6 mata itu, beranggotakan 3 orang, nindy, lucy, dan juvia sendiri.. Ketiga gadis konyol ini membentuk gank 6 mata untuk saling sharing masalah percintaan yg lebih cocok disebut cinta bertepuk sebelah tangan dan yg bikin tambah konyol lagi, ketiganya suka ngobrol di bawah tangga sekolah.
Bersambung
Jumat, 28 Februari 2014
Untuk ayah
Ayah, ayah, ayah.. Ayah aku tak tau harus memulai tulisan ini dari mana.. Tapi aku tetap ingin melanjutkannya.. Aku bukanlah anak yang selalu dekat dengamu, bercanda, atau sekedar dimarahi karena pulang kemaleman.
Ayah iri hati ini melihat teman2 yg bisa dekat dengan ayahnya..
Meski sosok ayah dimata mereka yang dingin, over-protective, dan perhatian tersembunyi. Aku juga mau merasakan hal seperti itu ayah..
Ayah aku tau kau bukanlah super daddy yang selalu memenuhi kebutuhan putrinya, bahkan bukan ayah yg menagkahi dan menyekolakanku.
Tapi ayah kau tau meski tak banyak kenangan yang pernah kita lalui, meski tidak tinggal serumah, meski kira berpisah jauh, aku tetap menyayangimu..
Ayah aku selalu dengar dari tetangga dekat rumah tentang ayah, aku senang semua komentarnya bagus2, aku senang mereka selalu bilang aku mirip denganmu, aku senang alasan ibu menceraikanmu bukan karna kau pria yang brengsek, bukan karena KDRT atau perselingkuhan yang hanya membuatku semakin gancur dan terpuruk. Ayah meski kita berpisah jauh sangat jauh, percayalah.. Sejauh apapun itu selalu ada jalan untuk kita bisa bersama.. Ada alasan kenapa darah lebih kental dari pada air..
Malam itu ku tuliskan lagi sepenggal kata rindu untu ayah yang jauh di dunia antah beranta.. Semburat cairan hangat mengalir lembut dikedua pipi gemukku yang terus mengalir dan mulai membasahi setengah wajahku, hatiku terasa sesak seperti ada ember dan botol besar milik rokudo sannin untuk menyegel juubi didadaku. Rasanya ingin kumuntahkan semua bebab yang bergejolak dan rasa rindu yang terus menekan dan penuh didalam perut menjadi tulisan-tulisan yang entah akan tersampaikan atau tidak..
Semoga saja tersampaikan.. Aku merindukanmu ayahku.
Salam sayang. Anakmu
Ayah iri hati ini melihat teman2 yg bisa dekat dengan ayahnya..
Meski sosok ayah dimata mereka yang dingin, over-protective, dan perhatian tersembunyi. Aku juga mau merasakan hal seperti itu ayah..
Ayah aku tau kau bukanlah super daddy yang selalu memenuhi kebutuhan putrinya, bahkan bukan ayah yg menagkahi dan menyekolakanku.
Tapi ayah kau tau meski tak banyak kenangan yang pernah kita lalui, meski tidak tinggal serumah, meski kira berpisah jauh, aku tetap menyayangimu..
Ayah aku selalu dengar dari tetangga dekat rumah tentang ayah, aku senang semua komentarnya bagus2, aku senang mereka selalu bilang aku mirip denganmu, aku senang alasan ibu menceraikanmu bukan karna kau pria yang brengsek, bukan karena KDRT atau perselingkuhan yang hanya membuatku semakin gancur dan terpuruk. Ayah meski kita berpisah jauh sangat jauh, percayalah.. Sejauh apapun itu selalu ada jalan untuk kita bisa bersama.. Ada alasan kenapa darah lebih kental dari pada air..
Malam itu ku tuliskan lagi sepenggal kata rindu untu ayah yang jauh di dunia antah beranta.. Semburat cairan hangat mengalir lembut dikedua pipi gemukku yang terus mengalir dan mulai membasahi setengah wajahku, hatiku terasa sesak seperti ada ember dan botol besar milik rokudo sannin untuk menyegel juubi didadaku. Rasanya ingin kumuntahkan semua bebab yang bergejolak dan rasa rindu yang terus menekan dan penuh didalam perut menjadi tulisan-tulisan yang entah akan tersampaikan atau tidak..
Semoga saja tersampaikan.. Aku merindukanmu ayahku.
Salam sayang. Anakmu
Langganan:
Postingan (Atom)